Translate
Rabu, 28 September 2016
Pengertian Candi
Candi merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai seni dan religi yang tinggi. Sebagai tempat pemujaan, candi merupakan sebuah tiruan (replica) dari Gunung Maha Meru.
Contohnya termasuk Candi Cetho, Candi Prambanan, dan Candi Gunung Sari
Pengertian Pura Menurut Hindu
Pura adalah tempat suci umat Hindu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi Wasa dalam segala Prabawa- NYA (manifestasi- NYA) dan atau Atma Sidha Dewata (Roh Suci Leluhur) dengan sarana upacara yadnya sebagai perwujudan dari Tri Marga.
Selasa, 27 September 2016
Dosa menurut Slokantara
Pada sloka 75(69)
dijelaskan mengenai dosa pataka. Yang termasuk dosa pataka dalam sloka ini adalah orang membunuh bayi yang masih dalam kandungan/menggugurkan yang disebut Bhrunaha, melakukan pembunuhan terhadap manusia lain disebut dengan Purusaghna, orang yang mencuri atau melarikan dengan paksa seorang gadis perwan disebut dengan Kanyacora, orang yang kawin mendahului kakak laki-lakinya atau kakak perempuannya yang disebut dengan Agrayajaka, orang yang menanam atau mengolah tanah dimusim yang salah yang disebut dengan Ajnata samwatsarika. Orang melakukan dosa pataka ini akan masuk neraka.
Pada sloka 76(70)
menjelaskan mengenai dosa upapataka. Yang tergolong dosa upapataka pada slokantara adalah membunuh sapi, membunuh wanita dan anak-anak atau orang tua renta dan membakar rumah orang lain.
Pada sloka 77(71)
dijelaskan mengenai dosa mahapataka/dosa besar. Yang tergolong dosa mahapataka/dosa besar pada slokantara diantaranya; membunuh brahmana, minum-minum keras, mencuri emas, memperkosa gadis kecil, dan membunuh guru.
Pada sloka 78(72)
dijelaskan mengenai dosa atipataka. Yang tergolong dosa atipataka dalam slokantara diantaranya; ia yang memperkosa putrinya sendiri atau ibunya sendiri atau memperkosa perempuan-perempuan lain yang sama kedudukannya, yaitu wanita-wanita anak misan atau bibi maka ia telah melakukan dosa terbesar. Hindarilah dosa-dosa yang tercantum dalam Slokantara baik dosa kecil maupun dosa besar.
dijelaskan mengenai dosa pataka. Yang termasuk dosa pataka dalam sloka ini adalah orang membunuh bayi yang masih dalam kandungan/menggugurkan yang disebut Bhrunaha, melakukan pembunuhan terhadap manusia lain disebut dengan Purusaghna, orang yang mencuri atau melarikan dengan paksa seorang gadis perwan disebut dengan Kanyacora, orang yang kawin mendahului kakak laki-lakinya atau kakak perempuannya yang disebut dengan Agrayajaka, orang yang menanam atau mengolah tanah dimusim yang salah yang disebut dengan Ajnata samwatsarika. Orang melakukan dosa pataka ini akan masuk neraka.
Pada sloka 76(70)
menjelaskan mengenai dosa upapataka. Yang tergolong dosa upapataka pada slokantara adalah membunuh sapi, membunuh wanita dan anak-anak atau orang tua renta dan membakar rumah orang lain.
Pada sloka 77(71)
dijelaskan mengenai dosa mahapataka/dosa besar. Yang tergolong dosa mahapataka/dosa besar pada slokantara diantaranya; membunuh brahmana, minum-minum keras, mencuri emas, memperkosa gadis kecil, dan membunuh guru.
Pada sloka 78(72)
dijelaskan mengenai dosa atipataka. Yang tergolong dosa atipataka dalam slokantara diantaranya; ia yang memperkosa putrinya sendiri atau ibunya sendiri atau memperkosa perempuan-perempuan lain yang sama kedudukannya, yaitu wanita-wanita anak misan atau bibi maka ia telah melakukan dosa terbesar. Hindarilah dosa-dosa yang tercantum dalam Slokantara baik dosa kecil maupun dosa besar.
Golongan Candala menurut Slokantara
Pada sloka 65(29) membahas terkait golongan candala. Ada delapan golongan yang termasuk glongan candala pada sloka ini diantaranya; orang membuat kapur, pembuat arak dan minuman keras lainnya, tukang celup, tukang cuci, pembuat periuk, jagal, tukang mas, tukang celup benang. Didalam sloka ini yang dimaksud candala bukan orangnya, melainkan pekerjaannya disebut candala. Dia tidak akan lagi dinamai candala jika ia berhenti mengerjakan pekerjaan itu.
Tetapi dalam sloka 74(68) dijelaskan mengenai orang yang tidak suka membalas budi orang lain, terlebih lagi tidak membalas budi seorang guru yang sudah memberikan ilmunya walaupun sedikit, ia akan lahir menjadi seekor anjing dan akhirnya lahir menjadi golongan candala.
Tetapi dalam sloka 74(68) dijelaskan mengenai orang yang tidak suka membalas budi orang lain, terlebih lagi tidak membalas budi seorang guru yang sudah memberikan ilmunya walaupun sedikit, ia akan lahir menjadi seekor anjing dan akhirnya lahir menjadi golongan candala.
Catur Warna dan asalnya menurut Kitab Slokantara
Pada sloka 61(78) dijelaskan dijaman dahulu dikatakan bahwa keempat golongan kasta itu lahir dari badan Brahmana. Mereka itu dinamai Catur warna didunia ini. Diantaranya;
(1) Wipra artinya seorang Brahmana, ia dikatakan lahir dari kepala Bhatara Brahma/Tuhan Yang Maha Pencipta Semesta Alam. Kewajibannya sembahyang, mengadakan upacara-upacara korban, menguncarkan mantra,duduk beryoga Samadhi mempelajari kitab-kitab suci weda.
(2) Ksatriya artinya raja. Ia dikatakan lahir dari lengan Bhatara Brahma. Kewajibannya ialah harus mengetahui peraturan dan teknik peperangan, kaya, perwira dalam segala lapangan.memberikan dana, melindungi seluruh dunia/rakyat, menjadi pahlawan dalam bidang perang.
(3) Waisya adalah golongan orang petani. Ia dikatakan lahir dari paha Bhatara Brahma. Kewajibannya ialah melindungi ternak, memelihara dan menyuburkan tanah lading atau sawah yang kering.
(4) Sudra kewajibannya berdagang.
Dan dalam sloka 67(30) ditegaskan mengenai orang yang melalaikan kewajiban dan hidup dengan menjalankan kewajiban orang lain, ia juga tergolong golongan sudra. Ia dikatakan lahir dari kaki Bhatara Brahma. Pada slokantara ini catur warna itu dilihat dari pembagiaan pekerjaan.
(1) Wipra artinya seorang Brahmana, ia dikatakan lahir dari kepala Bhatara Brahma/Tuhan Yang Maha Pencipta Semesta Alam. Kewajibannya sembahyang, mengadakan upacara-upacara korban, menguncarkan mantra,duduk beryoga Samadhi mempelajari kitab-kitab suci weda.
(2) Ksatriya artinya raja. Ia dikatakan lahir dari lengan Bhatara Brahma. Kewajibannya ialah harus mengetahui peraturan dan teknik peperangan, kaya, perwira dalam segala lapangan.memberikan dana, melindungi seluruh dunia/rakyat, menjadi pahlawan dalam bidang perang.
(3) Waisya adalah golongan orang petani. Ia dikatakan lahir dari paha Bhatara Brahma. Kewajibannya ialah melindungi ternak, memelihara dan menyuburkan tanah lading atau sawah yang kering.
(4) Sudra kewajibannya berdagang.
Dan dalam sloka 67(30) ditegaskan mengenai orang yang melalaikan kewajiban dan hidup dengan menjalankan kewajiban orang lain, ia juga tergolong golongan sudra. Ia dikatakan lahir dari kaki Bhatara Brahma. Pada slokantara ini catur warna itu dilihat dari pembagiaan pekerjaan.
Wanita menurut Kitab Slokantara
Pada sloka 37(23) dijelaskan ada tiga benda yang jalannya tidak lurus didunia ini diantaranya; sungai, tumbuhan melata dan perempuan. Jika perempuan menjadi setia, bunga seroja akan tumbuh dari batu padas. Pada intinya sloka ini merendahkan kedudukan dan kesetiaan hati seorang perempuan. Sehingga kewajiban wanitalah kini untuk mempertinggi, mengkat nama baiknya yang telah tergeletak diatas debu, dengan cara selalu berbuat sesuai dengan ajaran dharma dan menjaga kesuciannya. Pada sloka 38(60) dijelaskan mengenai tahapan umur wanita. Ada empat tahapan umur wanita yaitu;
1) Kaniya ialah gadis yang belum dapat dipengaruhi oleh nafsu.
2) Yuwati ialah gadis yang baru meningkat umur setelah kotor aids pertama.
3) Kanta yaitu gadis yang payudaranya mulai bertambah besar,
4) Pramada ialah gadis yang sudah ditusuk panah asmara.
Pada sloka 39(54) dijelaskan mengenai obat cinta buta yang ditimbulkan terhadap istri, anak nafsu, hanya ada satu obat yang mujarab yaitu dengan meninggalkan kehidupan keduniawian ini. Tetapi jika dikaitkan dengan jaman sekarang obat cinta buta itu susah direalisasikan, karena mengingat hutan sudah tidak ada. Mungkin maksudnya pada sloka ini adalah tidak berarti bahwa kita meninggalkan dunia alias membunuh diri, tetapi kita hidup seperti biasa dengan cara melepaskan diri atau mengendalikan diri atau indrya dari cengkeraman nafsu dan keingginan-keinginan yang bukan-bukan(keinginan tidak baik).
Kemudian pada sloka 40(55) menjelaskan tentang wanita yang pantas dijadikan istri. Ada tiga macam wanita yang pantas dijadikan istri menurut slokantara, diantaranya;
1) perempuan yang berumur lanjut tetapi kaya.
2) Perempuan yang tidak cantik tetapi pandai.
3) Perempuan miskin tetapi ia amat cantik.
Carilah perempuan yang dijelaskan dalan sloka diatas untuk dijadikan istri.
1) Kaniya ialah gadis yang belum dapat dipengaruhi oleh nafsu.
2) Yuwati ialah gadis yang baru meningkat umur setelah kotor aids pertama.
3) Kanta yaitu gadis yang payudaranya mulai bertambah besar,
4) Pramada ialah gadis yang sudah ditusuk panah asmara.
Pada sloka 39(54) dijelaskan mengenai obat cinta buta yang ditimbulkan terhadap istri, anak nafsu, hanya ada satu obat yang mujarab yaitu dengan meninggalkan kehidupan keduniawian ini. Tetapi jika dikaitkan dengan jaman sekarang obat cinta buta itu susah direalisasikan, karena mengingat hutan sudah tidak ada. Mungkin maksudnya pada sloka ini adalah tidak berarti bahwa kita meninggalkan dunia alias membunuh diri, tetapi kita hidup seperti biasa dengan cara melepaskan diri atau mengendalikan diri atau indrya dari cengkeraman nafsu dan keingginan-keinginan yang bukan-bukan(keinginan tidak baik).
Kemudian pada sloka 40(55) menjelaskan tentang wanita yang pantas dijadikan istri. Ada tiga macam wanita yang pantas dijadikan istri menurut slokantara, diantaranya;
1) perempuan yang berumur lanjut tetapi kaya.
2) Perempuan yang tidak cantik tetapi pandai.
3) Perempuan miskin tetapi ia amat cantik.
Carilah perempuan yang dijelaskan dalan sloka diatas untuk dijadikan istri.
Racun menurut kitab Slokantara
Pada sloka 31(9) dijelaskan bahwa racun tidak hanya bisa yang ada pada binatang-binatang yang berbisa melainkan apa yang menghambat kita dalam menjalani kehidupan yang lebih baik itulah racun, baik ada dalam diri kita dan yang ditimbulkan oleh orang lain.
Contohnya rasa malas yang ada pada diri kita itu racun, racun wanita itu ialah dalam kelakuaannya yang serong. Dan racun bagi seorang suami tua ialah istr yag muda dan ayu.
Contohnya rasa malas yang ada pada diri kita itu racun, racun wanita itu ialah dalam kelakuaannya yang serong. Dan racun bagi seorang suami tua ialah istr yag muda dan ayu.
Langganan:
Postingan (Atom)