Translate
Rabu, 21 Maret 2018
Hari Raya Gayatri Japa
Hari Raya Gayatri Japa adalah hari raya untuk memperingati turunnya mantra Gayatri. Hari Gayatri Japa jatuh pada sehari setelah Purnama Sravana (Kasa), bulan Juli atau Agustus
Hari Navaratri
Hari Navaratri sering juga disebut Dussera atau Dasahara, hari raya Navaratri jatuh pada paro terang bulan Asuji (September-Oktober) untuk memperingati kemenangan Dharma terhadap Adharma
Hari suci Tilem
Hari Tilem adalah malam bulan mati, pada saat Tilem bulan tidak bersinar. Pada hari itu Sang Hyang Suryaberyoga dan pemujaan ditunjukan kepada beliau
Hari suci Purnama
Hari Purnama adalah bulan bulat penuh, pada saat bulan Purnama bulan bersinar dengan terang. Pada hari itu pemujaan ditunjukan kepada Sang Hyang Candra
Selasa, 25 Oktober 2016
Tembang Jerum
1. Kidung pangundang ring bhuta, 4. Klod kangin urip nem nem,
Basa lumrah pupuh jerum, Yan diwarna rupa klawu,
Bhuta asih Widhi asung, Kaja kangin urip kutus,
Caru pasajine reko, Nasak gedang warna kawot,
Genep saha upakara, Kaja kawuh warna kwanta,
Manut warna lawan ungguh, Panguripanya tatelu,
Sekul iwak pada bina, Klod kauh warna gadang,
Olah – olahan sadulur. Jati tunggal urip ipun.
2. Pangideran panguripan, 5. Babhutannyane kinucap,
Kangin panca putih mulus, Preta pisaca aran ipun,
Kaja sia barak mungguh, Bhuta kala dengen rusuh,
Kauh kuning pitu anggon, Ring durgamana manongos,
Klod selem urip papat, Ring alas tukad segara,
Manca warna tengah brumbun, Ring pangkung – pangkung keredung,
Akutus panguripania, Genep sami sya warna,
Babutane manut ungguh. Kang inundang sidha rawuh.
3. Kangin ring angin magenah, 6. Yan sira sampun wus nadah,
Kaja ring api umungguh, gati prasama mewantun,
Ring tanahe sane kawuh, Ngungsi ungguwan sowang mantuk,
Klod ring toya manongos, Aja mamigena wong,
Ring embange bhuta tengah, Miwah mamigena yadnya,
Malih sane bilang bucu, Asih kumasih satuwuk,
Anut urip lawan warna, Ngawe degdeg jagat raya,
Tongos bahutane kredung. Jana pada manggih ayu.
Rabu, 12 Oktober 2016
Jayaprana Dan Layonsari Cerita Rakyat Dari Bali
Dua orang suami istri bertempat tinggal di Desa Kalianget
mempunyai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan.
Oleh karena ada wabah yang menimpa masyarakat desa itu, maka empat orang
dari keluarga yang miskin ini meninggal dunia bersamaan. Tinggallah
seorang laki-laki yang paling bungsu bernama I Jayaprana.
Oleh karena orang yang terakhir ini keadaannya yatim piatu, maka ia pun
memberanikan diri mengabdi di istana raja. Di istana, laki-laki itu
sangat rajin, rajapun amat kasih sayang kepadanya.
Kini I Jayaprana baru berusia duabelas tahun. Ia sangat ganteng paras muka tampan dan senyumnya pun sangat manis menarik.
Beberapa tahun kemudian..................
Pada suatu hari raja menitahkan I Jayaprana, supaya memilih
seorang dayang-dayang yang ada di dalam istana atau gadis gadis yang ada
di luar istana. Mula-mula I Jayaprana menolak titah baginda, dengan
alasan bahwa dirinya masih kanak-kanak. Tetapi karena dipaksa oleh raja
akhirnya I Jayaprana menurutinya. Ia pun melancong ke pasar yang ada di
depan istana hendak melihat-lihat gadis yang lalu lalang pergi ke pasar.
Tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang sangat cantik jelita. Gadis itu
bernama Ni Layonsari, putra Jero Bendesa, berasal dari Banjar Sekar.
Melihat gadis yang elok itu, I Jayaprana sangat terpikat hatinya dan pandangan matanya terus membuntuti lenggang gadis itu ke pasar, sebaliknya Ni Layonsari pun sangat jatuh hati memandang pemuda ganteng yang sedang duduk-duduk di depan istana. Setelah gadis itu menyelinap di balik orang-orang yang ada di dalam pasar, maka I Jayaprana cepat-cepat kembali ke istana hendak melapor kehadapan Sri Baginda Raja. Laporan I Jayaprana diterima oleh baginda dan kemudian raja menulis sepucuk surat.
I Jayaprana dititahkan membawa sepucuk surat ke rumahnya Jero Bendesa. Tiada diceritakan di tengah jalan, maka I Jayaprana tiba di rumah Jero Bendesa. Ia menyerahkan surat yang dibawanya itu kepada Jero Bendesa dengan hormatnya. Jero Bendesa menerima terus langsung dibacanya dalam hati. Jero Bendesa sangat setuju apabila putrinya yaitu Ni Layonsari dikawinkan dengan I Jayaprana. Setelah ia menyampaikan isi hatinya “setuju” kepada I Jayaprana, lalu I Jayaprana memohon diri pulang kembali.
Di istana Raja sedang mengadakan sidang di pendopo. Tiba-tiba datanglah I Jayaprana menghadap pesanan Jero Bendesa kehadapan Sri Baginda Raja. Kemudian Raja mengumumkan pada sidang yang isinya antara lain: Bahwa nanti pada hari Selasa Legi wuku Kuningan, raja akan membuat upacara perkawinannya I Jayaprana dengan Ni Layonsari. Dari itu raja memerintahkan kepada segenap perbekel, supaya mulai mendirikan bangunan-bangunan rumah, balai-balai selengkapnya untuk I Jayaprana.
Menjelang hari perkawinannya semua bangunan-bangunan sudah selesai dikerjakan dengan secara gotong royong semuanya serba indah. Kini tiba hari upacara perkawinan I Jayaprana diiringi oleh masyarakat desanya, pergi ke rumahnya Jero Bendesa, hendak memohon Ni Layonsari dengan alat upacara selengkapnya. Sri Baginda Raja sedang duduk di atas singgasana dihadap oleh para pegawai raja dan para perbekel baginda. Kemudian datanglah rombongan I Jayaprana di depan istana. Kedua mempelai itu harus turun dari atas joli, terus langsung menyembah kehadapan Sri Baginda Raja dengan hormatnya. Melihat wajah Ni Layonsari, raja pun membisu tak dapat bersabda.
Setelah senja kedua mempelai itu lalu memohon diri akan kembal ke rumahnya meninggalkan sidang di paseban. Sepeninggal mereka itu, Sri Baginda lalu bersabda kepada para perbekel semuanya untuk meminta pertimbangan caranya memperdayakan I Jayaprana supaya ia mati. Istrinya yaitu Ni Layonsari akanmasuk ke istana untuk dijadikan permaisuri baginda. Dikatakan apabila Ni Layonsari tidak dapat diperistri maka baginda akan mati karena kesedihan.
Mendengar sabda itu salah seorang perbekel lalu tampak ke depan hendak mengetengahkan pertimbangan, yang isinya antara lain: agar Sri Paduka Raja menitahkan I Jayaprana bersama rombongan pergi ke Celuk Terima, untuk menyelidiki perahu yang hancur dan orang-orang Bajo menembak binatang yang ada di kawasan pengulan. Demikian isi pertimbangan salah seorang perbekel yang bernama I Saunggaling, yang telah disepakati oleh Sang Raja.
Sekarang tersebutlah I Jayaprana yang sangat berbahagia hidupnya bersama istrinya. Tetapi baru tujuh hari lamanya mereka berbulan madu, datanglah seorang utusan raja ke rumahnya, yang maksudnya memanggil I Jayaprana supaya menghadap ke paseban. I Jayaprana segera pergi ke paseban menghadap Sri P aduka Raja bersama perbekel sekalian. Di paseban mereka dititahkan supaya besok pagi-pagi ke Celuk Terima untuk menyelidiki adanya perahu kandas dan kekacauan-kekacauan lainnya. Setelah senja, sidang pun bubar. I Jayaprana pulang kembali ia disambut oleh istrinya yang sangat dicintainya itu. I Jayaprana menerangkan hasil-hasil rapat di paseban kepada istrinya.
Hari sudah malam Ni Layonsari bermimpi, rumahnya dihanyutkan banjir besar, ia pun bangkit dari tempat tidurnya seraya menerangkan isi impiannya yang sangat mengerikan itu kepada I Jayaprana. Ia meminta agar keberangkatannya besok dibatalkan berdasarkan alamat-alamat impiannya. Tetapi I Jayaprana tidak berani menolak perintah raja. Dikatakan bahwa kematian itu terletak di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Pagi-pagi I Jayaprana bersama rombongan berangkat ke Celuk Terima, meninggalkan Ni Layonsari di rumahnya dalam kesedihan. Dalam perjalanan rombongan itu, I Jayaprana sering kali mendapat alamat yang buruk-buruk. Akhirnya mereka tiba di hutan Celuk Terima. I Jayaprana sudah merasa dirinya akan dibunuh. Kemudian I Saunggaling berkata kepada I Jayaprana sambil menyerahkan sepucuk surat.
I Jayaprana menerima surat itu terus langsung dibaca dalam hati isinya:
“ Hai engkau Jayaprana
Manusia tiada berguna
Berjalan berjalanlah engkau
Akulah menyuruh membunuh kau
Dosamu sangat besar
Kau melampaui tingkah raja
Istrimu sungguh milik orang besar
Kuambil kujadikan istri raja
Serahkanlah jiwamu sekarang
Jangan engkau melawan
Layonsari jangan kau kenang
Kuperistri hingga akhir jaman.”
Demikianlah isi surat Sri Baginda Raja kepada I Jayaprana. Setelah I Jayaprana membaca surat itu lalu ia pun menangis tersedu-sedu sambil meratap. “Yah, oleh karena sudah dari titah baginda, hamba tiada menolak. Sungguh semula baginda menanam dan memelihara hambat tetapi kini baginda ingin mencabutnya, yah silakan. Hamba rela dibunuh demi kepentingan baginda, meski pun hamba tiada berdosa. Demikian ratapnya I Jayaprana seraya mencucurkan air mata. Selanjutnya I Jayaprana meminta kepada I Saunggaling supaya segera bersiap-siap menikamnya. Setelah I Saunggaling mempermaklumkan kepada I Jayaprana bahwa ia menuruti apa yang dititahkan oleh raja dengan hati yang berat dan sedih ia menancapkan kerisnya pada lambung kirinya I Jayaprana. Darah menyembur harum semerbak baunya bersamaan dengan alamat yang aneh-aneh di angkasa dan di bumi seperti: gempa bumi, angin topan, hujan bunga, teja membangun dan sebagainya.
Setelah mayat I Jayaprana itu dikubur, maka seluruh perbekel kembali pulang dengan perasaan sangat sedih. Di tengah jalan mereka sering mendapat bahaya maut. Di antara perbekel itu banyak yang mati. Ada yang mati karena diterkam harimau, ada juga dipagut ular. Berita tentang terbunuhnya I Jayaprana itu telah didengar oleh istrinya yaitu Ni Layonsari. Dari itu ia segera menghunus keris dan menikan dirinya. Demikianlah isi singkat cerita dua orang muda mudi itu yang baru saja berbulan madu atas cinta murninya akan tetapi mendapat halangan dari seorang raja dan akhirnya bersama-sama meninggal dunia.
DOA SEHARI-HARI AGAMA HINDU
- Doa Menjelang Tidur Menurut Hindu
Om asato ma sat ganaya,
tamaso ma jayatir ganaya,
mrityor mamritam gamaya.
Artinya:
(Ya Tuhan tuntunlah hamba dari jalan yang sesat menuju yang benar, dari jalan gelap menuju terang, hindarkanlah hamba dari kematian menuju kehidupan abadi.)
- Doa Bangun Pagi Menurut Hindu
Om Utedanim bhagawantah syamotaprapitwa uta mandhye ahnam
utodita maghawanta suryasya wayam
dewanam sumantau syama.
Artinya:
(Ya Tuhan Yang Maha Pemurah, jadikan-
lah hamba orang yang selalu bernasib baik pada hari ini, menjelang tengah hari, dan seterusnya. Semoga para dewa melindungi diri hamba.)
- Doa Membersihkan/Mencuci Muka Menurut Hindu
Om Cam camani ya namah swaha.
Om waktra parisudahaya namah swaha.
Artinya:
(Ya Tuhan, hamba memujaMu, semoga
muka hamba menjadi bersih.)
- Doa Menggosok Gigi Menurut Hindu
Om rahphat astraya namah.
Om Sri Dewi bhatrimsaYogini namah.
Artinya:
(Ya Tuhan, sujud hamba kepada Dewi Sri,
Bhatari Yogini, semoga bersihlah gigi hamba.)
- Doa Berkumur Menurut Hindu
Om Ang waktra parisudhamam swaha.
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga bersihlah mulut hamba.)
- Doa Membersihkan Kaki Menurut Hindu
Om Am kham khasolkhaya iswaraya
namah swaha.
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga bersihlah kaki hamba.)
- Doa Mandi Menurut Hindu
Om Gangga amrta sarira sudhamam
swaha.
Om Sarira parisudhamam swaha.
(Ya Tuhan, Engku adalah sumber
kehidupan abadi nan suci, semoga badan hamba
menjadi bersih dan suci.)
Bisa pula dengan doa atau mantram ini
Om gangge ca yamune caiwa
goda wari saraswati
narmade sindhu kaweri
jale smin sannidhim kuru.
(Ya Tuhan, ijinkanlah hamba memanggil
sungai suci Gangga, Yamuna, Godawari,
Saraswati, Narmada, Sindhu, Dan Kaweri,
semoga menganugerahkan kesucian kepada hamba.)
- Doa Pada Waktu Mengenakan Pakaian Menurut Hindu
Om tam mahadewaya namah swaha,
Om bhusanam sarirabhyo parisudhamam
swaha.
Artinya:
(Tuhan dalam perwujudanMu sebagai Tat
Purusha, Dewa Yang Maha agung, hamba sujud kepadaMu dalam menggunakan pakaian
ini. Semoga pakaian hamba menjadi bersih dan suci.)
Selesai berpakaian hendaknya melakukan
persembahyangan Trisandya.
- Doa Panganjali Menurut Hindu
Di ucapkan saat berjumpa dengan seseorang
atau memulai suatu pembicaraan dalam sebuah
pertemuan. Tangan di cakupkan seperti
menyembah, di angkat sejajar dada.
Om Swastyastu
Artinya:
(Semoga selalu dalam keadaan selamat di
bawah lindungan Tuhan)
- Doa Menghadapi Makanan Menurut Hindu
Om hiranyagarbhah samawartatagre
bhutasya jatah patitreka asit
sadadhara pritiwim dyam utenam
kasmai dewaya hawisa widhema
Om purnam adah purnamidam
purnat purnam udacyate
purnasya purnam adaya
purnamewawasisyate
Artinya:
(Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. Engkau
asal alam semesta dan satu-satunya kekuatan
awal. Engkau yang memelihara semua
makhluk, seluruh bumi dan langit. Hamba
memuja Engkau. Ya Tuhan Yang Maha
Sempurna dan yang membuat alam sempurna.
Alam ini akan lenyap dalam kesempurnaanMu.
Engkau Maha Kekal. Hamba mendapat
makanan yang cukup berkat anugrahMu.
Hamba manghaturkan terima kasih.)
Doa di atas baik untuk makan bersama,
misalnya, pesta atau istirahat makan dalam
suatu pertemuan. Jika sendirian bisa
mengucapkan doa pendek ini yang diambil dari
kitab suci Yajurveda:
Om annapate annasya
no dehyanmiswasya susminah
pra-pra dataram taris urjam
no dhehi dwipade catuspade
Artinya:
(Ya Tuhan, Engkau penguasa makanan,
anugrahkanlah makanan ini, semoga memberi
kekuatan dan menjauhkan dari penyakit.
Bimbinglah hamba anugrahkan kekuatan
kepada semua makhluk.)
- Doa Mulai Mencicipi Makanan Menurut Hindu
Om anugraha amrtadi sanjiwani ya
namah swaha.
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga makanan ini menjadi
penghidup hamba lahir dan batin yang suci.)
- Doa Selesai Makan Menurut Hindu
Om dhirgayur astu, awighnamastu,
subham astu
Om sriyam bhawantu, sukham bhawantu,
purnam bhawantu, ksama sampurnaya
namah swaha.
Om, Santih, Santih, Santih, Om.
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga makanan yang telah
masuk ke dalam tubuh hamba memberikat
kekuatan dan keselamatan, panjang umur dan
tidak mendapat sesuatu apapun. Ya Tuhan,
semoga damai, damai di hati, damai di dunia,
damai selama-lamanya.)
- Doa Sebelum Memulai Suatu Pekerjaan Menurut Hindu
Om awighnam astu namo sdhham.
Om sidhirastu tad astu swaha.
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga atas pekenanMu, tiada
suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan
ini dan semoga berhasil baik.)
- Doa Selesai Bekerja/Bersyukur Menurut Hindu
Om Dewa suksma parama acintyaya
namah swaha
Sarwa karya prasidhantam.
Om Santih, Santih, Santih, Om.
Artinya:
(Ya Tuhan dalam wujud parama Acintya
yang maha gaib dan maha karya, hanya atas
anugrahMu-lah maka pekerjaan ini berhasil
dengan baik, Semoga damai, damai di hati,
damai di dunia, damai selamanya.)
- Doa Mohon Bimbingan Tuhan Menurut Hindu
Om Asato ma sadyamaya
tamaso ma jyotir gamaya
mrtyor ma amrtam gamaya.
Om agne brahma grbhniswa
dharunama syanta riksam drdvamha
brahmawanitwa ksatrawani sajata
wanyu dadhami bhratwyasya wadhyaya.
Artinya:
(Tuhan Yang Maha Suci, bimbinglah hamba
dari yang tidak benar menuju yang benar.
Bimbinglah hamba dari kegelapan pikiran
menuju cahaya pengetahuan yang terang.
Lepaskanlah hamba dari kematian menuju kehidupan yang abadi. Tuhan Yang Maha
Suci, terimalah pujian yang hamba
persembahkan melalui Weda mantra dan
kembangkanlah pengetahuan rohani hamba
agar hamba dapat menghancurkan musuh yang
ada pada hamba (Nafsu). Hamba menyadari
bahwa Engkaulah yang berada dalam setiap
insani (jiwatman), menolong orang terpelajar
pemimpin negara dan para pejabat. Hamba
memuja Engkau semoga melimpahkan anugrah
kekuatan kepada hamba.)
- Doa Mohon Inspirasi Menurut Hindu
Om prano Dewi Saraswati
wajebhir wajiniwati
dhinam awinyawantu.
Artinya:
(Ya Tuhan dalam manifestasi Dewi
Saraswati, Hyang Maha Agung dan Maha
Kuasa. Semoga Engkau memancarkan
kekuatan rohani, kecerdasan pikiran, dan
lindungilah hamba selama-lamanya.)
- Doa Mulai Belajar Menurut Hindu
Om purwe jato brahmano brahmacari
dharmam wasanas tapasodatistat
tasmajjatam brahmanam brahma
Iyestham dewasca sarwe amrttna sakama
Artinya:
(Ya Tuhan, muridMu hadir di hadapanMu,
Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian
dan berdiri sebagai pertama. Tuhan,
anugrahkanlah pengetahuan dan pikiran yang
terang. Brahman yang agung, setiap makhluk
hanya dapat bersinar berkat cahayaMu yang
senantiasa memancar.)
- Doa Mohon Ampun Dalam Segala Dosa Menurut Hindu
Om dewakrtasyainaso awaya janam
asi manusyakrtasi nama awaya janam
asi pitra krtasi namo awaya janam asyatma
krtasyaenaso awaya janam
asyena sa enase waya janam asi
yacchaham eno vidvamscakara
yacchavidvams tasya va ya janam asi
Artinya:
(Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba
terhadapMu, ampunilah dosa hamba terhadap
sesama manusia, terhadap orang tua hamba,
terhadap teman hamba, Tuhan ampunilah dosa
hamba terhadap segala macam dosa, terhadap
dosa yang hamba lakukan dengan sadar atau
tidak sadar. Tuhan, semoga berkenan
mengampuni semuanya itu.)
- Doa Memotong Hewan Menurut Hindu
Om pasu pasaya wimahe sirascadaya
dhimahi tano jiwah pracodayat.
Artinya:
(Semoga atas pekenan dan BerkahMu para
pemotong hewan dalam upacara kurban suci
ini beserta orang-orang yang telah berdana
punia untuk yadnya ini memperoleh kesejahteraan
dan kebahagiaan. Tuhan, hamba memotong
hewan ini, semoga rohnya menjadi suci.)
- Doa Mengunjungi Orang Sakit Menurut Hindu
Om sarwa wighna sarwa klesa
sarwa lara roga winasaya namah
Artinya:
(Y Tuhan semoga segala halangan, segala
penyakit, segala penderitaan dan gangguan
Engkau lenyapkan semuanya.)
- Doa Mendengar Atau Melayat Orang Meninggal Dunia Menurut Hindu
Om swargantu, moksantu, sunyantu,
murcantu.
Om ksama sampurnaya namah swaha.
Artinya:
(Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semogalah
arwah yang meninggal mendapat sorga,
menunggal denganMu, mencapai keheningan
tanpa derita. Ya Tuhan, ampunilah segala
dosanya, semoga ia mencapai kesempurnaan
atas kekuasaan dan pengetahuan serta
pengampunanMu.)
- Doa Untuk Keslamatan Penganten Menurut Hindu
Om iha iwa stam ma wi yaustam
wiswam ayur wyasnutam
kridantau putrair naptrvbhih
modamanau swe grhe
Artinya:
(Ya Tuhan, anugerahkan kepada
pasangan penganten ini kebahagiaan, keduanya
tiada terpisahkan dan panjang umur. Semoga
penganten ini dianugerahkan putra dan cucu
yang memberikan penghiburan, tinggal dirumah
yang penuh kegembiraan.)
- Doa Memohon Ketenangan Rumah Tangga Menurut Hindu
Om wisowiso wo atithim
wajayantah purupriyam
agnim wo duryan wocah
stuse susasya manmabhih
Artinya:
(Ya tuhan, Engkau adalah tamu yang
datang pada setiap rumah. Engkau amat
mencintai umat-mu. Engkau adalah sahabat
yang maha pemura. Perkekankanlah hamba
memujaMu dengan penuh kekuatan, dalam
ucapan mau pun tenaga dan dalam lagu pujaan)
- Doa Untuk Kelahiran Bayi Menurut Hindu
Om Brhatsumnah prasawita niwesano
jagatah sthaturubhayasya yo wasi
sa no dewah sawita sarma yaccha twasme
ksayaya triwarutham amhasah
Artinya:
(Ya Tuhan yang maha pengasih, yang
memberi kehidupan pada alam dan
menegakkannya. Ia yg mangataur baik yang
bergerak dan tidak bergerak, semoga ia
memberi rahkmatNya kepada kami untuk
ketentraman hidup dengan kemampuan untuk
menghindari kekuatan yg jahat.)
Setelah bayi dimandikan, ayah bayi atau
orang yang dituakan yang hadir di sana diminta
membisikkan Mantram Gayatri (bait pertama
Puja Trisandya) masing-masing tiga kali pada
lobang telinga kanan dan kiri bayi itu.
- Doa Untuk Memohon Cinta KasihNya Menurut Hindu
Om wicakrame prthiwim esa etam
ksetraya wisnur manuse dasyan
druwaso asya kiraya janasa
uruksitim sujanima cakara
Artinya:
(Ya Tuhan, Engkau Hyang Wisnu yang
membentang di bumi ini, menjadikan tempat
tinggal bagi manusia.
Kaum yang hina aman
sentosa di bawah lindungan-Nya. Yang mulia
telah menjadikan bumi tempat yang lega bagi
mereka.)
Om sam gacchadwam sam wadadwam
druwaso asya kiraya janasa
uruksitim sujanima cakara
Artinya:
(Ya Tuhan, Engkau Hyang Wisnu yang
membentang di bumi ini, menjadikan tempat
tinggal bagi manusia.
Kaum yang hina aman
sentosa di bawah lindungan-Nya. Yang mulia
telah menjadikan bumi tempat yang lega bagi
mereka.)
- Doa Pembukaan Rapat/Pertemuan Menurut Hindu
Om sam gacchadwam sam wadadwam
sam wo manamsi janatam
dewa bhagam yatha purwe
samjanana upasate.
Om samani wa akutih
samana hrdayani wah
samanam astu wo
mano yatha wah susahasati.
Om ano bhadrah krattawo yantu
wistawah.
Artinya:
(Ya Tuhan, hamba berkumpul di tempat ini
hendak bicara satu dengan yang lain untuk
menyatukan pikir sebagai mana halnya para
dewa selalu bersatu. Ya Tuhan, tuntunlah kami
agar sama dalam tujuan, sama dalam hati,
bersatu dalam pikiran hingga dapat hidup
bersama dalam sejahtera dan bahagia. Ya
Tuhan, semoga pikiran yang baik datang
dari segala penjuru.)
Om anugraha manoharam,
dewa bhagam yatha purwe
samjanana upasate.
Om samani wa akutih
samana hrdayani wah
samanam astu wo
mano yatha wah susahasati.
Om ano bhadrah krattawo yantu
wistawah.
Artinya:
(Ya Tuhan, hamba berkumpul di tempat ini
hendak bicara satu dengan yang lain untuk
menyatukan pikir sebagai mana halnya para
dewa selalu bersatu. Ya Tuhan, tuntunlah kami
agar sama dalam tujuan, sama dalam hati,
bersatu dalam pikiran hingga dapat hidup
bersama dalam sejahtera dan bahagia. Ya
Tuhan, semoga pikiran yang baik datang
dari segala penjuru.)
- Doa Penutup Rapat/Pertemuan Menurut Hindu
Om anugraha manoharam,
devatta nugrahaka,
arcanam sarwa pujanam,
namah sarwa nugrahaka.
Om ksama swamam jagadnatha,
sarwa papa hitankarah,
sarwa karya sidham dehi,
pranamya suryeswaram.
Om Santih, Santih, Santih, Om.
Artinya:
(Ya Tuhan limpahkanlah anugrahMu yang
menggembirakan kepada hamba. Tuhan yang
maha pemurah, semoga Tuhan melimpahkan
segala anugrah kepada hamba. Ya Tuhan,
pelindung alam semesta, pencipta semua
makhluk, ampunilah dosa hamba dan anugrahilah
hamba dengan keberhasilan atas semua karya.
Tuhan yang memancarkan sinar suci, ibaratnya
sang surya memancarkan sinarnya, ham
sujud kepadaMu. Ya Tuhan, semoga damai,
damai di hati, damai di dunia, damai selama-
lamanya.)
Untuk menutup pertemuan, bisa pula dipakaidoa di bawah ini yang diambilkan dari kitab
Yajurveda. Mantram ini disebut santi
Mantram. Bunyinya:
Om dyauh santir antariksam santih
prthiwi santir apah santir
asadhayah santih wanaspatayah santir
wiswe dewah santir brahma santih
sarvam santih santir ewa santih
sa ma santir edhi
Artinya:
(Ya Tuhan Yang Mahakuasa, anugerah-
kanlah kedamaian di langit, damai di bumi,
damai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan,
damai pada pepohonan, damai bagi para
dewata, damailah Brahma, damailah alam
semesta. Semogalah kedamaian senantiasa
datang pada kami.)
Om a wiswani amrta saubhagani
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga Engkau menganu-
gerahkan segala keberuntungan yang
memberikan kebahagiaan kepada hamba.)
Om wiswani dewa sawitar
duri tani para suwa
yad bhadram tanna a suwa
Artinya:
(Ya Tuhan, Sawitar, usirlah jauh-jauh segala
kekuatan jahat. Berikanlah hamba yang terbaik.)
Om Trayambhakam yajamahe
sugandhim pusti wardhanam
unwarukam iwa bandhanat
mrtyor muksiya mamrtat
Artinya:
(Ya Tuhan, hamba memuja Hyang
Trayambhaka/Rudra yang menyebarkan
keharuman dan memperbanyak makanan.
Semoga Ia melepaskan hamba seperti buah
mentimun dari batangnya, melepaskan dari
kematian dan bukan dari kekekalan.)
Om mata bliumih putro aham prthivyah
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga kami mencintai tanah
air ini sebagai ibu dan hamba adalah putra-
putranya yang siap sedia membela seperti para
pahlawan kami.)
Om Santih, Santih, Santih, Om
Artinya:
(Semoga damai, damai dihati, damai di
dunia, damai selama-lamanya.)
arcanam sarwa pujanam,
namah sarwa nugrahaka.
Om ksama swamam jagadnatha,
sarwa papa hitankarah,
sarwa karya sidham dehi,
pranamya suryeswaram.
Om Santih, Santih, Santih, Om.
Artinya:
(Ya Tuhan limpahkanlah anugrahMu yang
menggembirakan kepada hamba. Tuhan yang
maha pemurah, semoga Tuhan melimpahkan
segala anugrah kepada hamba. Ya Tuhan,
pelindung alam semesta, pencipta semua
makhluk, ampunilah dosa hamba dan anugrahilah
hamba dengan keberhasilan atas semua karya.
Tuhan yang memancarkan sinar suci, ibaratnya
sang surya memancarkan sinarnya, ham
sujud kepadaMu. Ya Tuhan, semoga damai,
damai di hati, damai di dunia, damai selama-
lamanya.)
Untuk menutup pertemuan, bisa pula dipakaidoa di bawah ini yang diambilkan dari kitab
Yajurveda. Mantram ini disebut santi
Mantram. Bunyinya:
Om dyauh santir antariksam santih
prthiwi santir apah santir
asadhayah santih wanaspatayah santir
wiswe dewah santir brahma santih
sarvam santih santir ewa santih
sa ma santir edhi
Artinya:
(Ya Tuhan Yang Mahakuasa, anugerah-
kanlah kedamaian di langit, damai di bumi,
damai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan,
damai pada pepohonan, damai bagi para
dewata, damailah Brahma, damailah alam
semesta. Semogalah kedamaian senantiasa
datang pada kami.)
- Doa Untuk Pedagang Menurut Hindu
Om a wiswani amrta saubhagani
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga Engkau menganu-
gerahkan segala keberuntungan yang
memberikan kebahagiaan kepada hamba.)
- Doa Untuk Kebajikan, Juga Dipakai Sebelum Meditasi Menurut Hindu
Om wiswani dewa sawitar
duri tani para suwa
yad bhadram tanna a suwa
Artinya:
(Ya Tuhan, Sawitar, usirlah jauh-jauh segala
kekuatan jahat. Berikanlah hamba yang terbaik.)
- Doa Mohon Perlindungan, Juga Baik Diucapkan Ketika Sakit Menurut Hindu
Om Trayambhakam yajamahe
sugandhim pusti wardhanam
unwarukam iwa bandhanat
mrtyor muksiya mamrtat
Artinya:
(Ya Tuhan, hamba memuja Hyang
Trayambhaka/Rudra yang menyebarkan
keharuman dan memperbanyak makanan.
Semoga Ia melepaskan hamba seperti buah
mentimun dari batangnya, melepaskan dari
kematian dan bukan dari kekekalan.)
- Doa Mengheningkan Cipta Menurut Hindu
Om mata bliumih putro aham prthivyah
Artinya:
(Ya Tuhan, semoga kami mencintai tanah
air ini sebagai ibu dan hamba adalah putra-
putranya yang siap sedia membela seperti para
pahlawan kami.)
- Doa Parama Santi Menurut Hindu
Om Santih, Santih, Santih, Om
Artinya:
(Semoga damai, damai dihati, damai di
dunia, damai selama-lamanya.)
Langganan:
Postingan (Atom)